Di tengah hutan yang pekat dan menggigilkan, seorang pria terus berlari sekuat tenaga demi menyelamatkan nyawanya. Napasnya bergetar hebat oleh ketakutan yang murni, sementara kakinya yang telanjang sudah bersimbah darah akibat sayatan ranting tajam dan bebatuan runcing yang dipijaknya tanpa ampun. Ia tidak peduli pada rasa perih itu, di dalam tempurung kepalanya hanya ada satu perintah yang berdenyut…

Lari dan melarikan diri dari maut yang mengintai di balik pepohonan.

Ia terus memacu tungkainya dengan sisa tenaga yang ada, menembus kabut tipis yang merayap di lantai hutan. Tiba-tiba, ia terdiam sesaat, kepalanya menoleh ke kanan dan ke kiri dengan liar, berusaha menangkap siluet dari kumpulan pemburu yang sejak tadi mengejarnya di labirin pepohonan ini.

Hening yang mencekam menyelimuti, hingga suara gesekan daun dari arah pohon pakis memecah kesunyian. Daun-daun itu bergerak, namun kegelapan di sana terlalu solid untuk ditembus mata manusia. Terlalu gelap untuk melihat sesuatu yang mungkin sedang mengintai di balik bayang-bayang, menunggu saat yang tepat untuk menerkam.

Jantungnya berdentum begitu kencang, suaranya bergaung di gendang telinganya sendiri seolah ingin melompat keluar. Ia tahu benar, jika ia diam sedetik saja, ia akan segera menjadi mangsa. Dengan sisa napas yang nyaris habis dan paru-paru yang terasa terbakar, ia kembali berlari dalam teror yang memuncak. Rasa lelah yang luar biasa mulai melumpuhkan ototnya, namun bayang-bayang kematian di belakangnya jauh lebih menakutkan.

Hingga akhirnya...

BRUK!

Tubuhnya menghantam sesuatu yang keras, dingin, dan berdiri tegak seperti pilar kematian. Seorang pria tinggi besar dengan aura yang begitu menyeramkan telah berdiri tepat di jalurnya, seolah muncul begitu saja dari kegelapan tanah.

"Tu as compris, maintenant, que tout ça commence sérieusement à ressembler à un film d’horreur?" (Kau sudah mengerti, sekarang, kalau semua ini mulai terlihat seperti film horor?) ucap sosok mengerikan itu dengan suara bariton yang berat dan parau, siap merenggut nyawa pria yang sudah jatuh tak berdaya di depannya.

Mata sosok itu tajam, berkilat di tengah kegelapan, gerakannya presisi dan cepat, membawa aura kematian yang begitu kental hingga udara di sekitar mereka terasa membeku.