Arsene terbangun perlahan, merasakan permukaan kasur yang jauh lebih empuk daripada miliknya sendiri. Ia menyadari dirinya masih berada di kamar suaminya, namun ada sesuatu yang berbeda. Ada selimut tebal yang menyelimuti tubuhnya hingga ke dada, selimut yang ia yakin seratus persen tidak ada saat ia merebahkan diri tadi malam.

"Jadi bukan dia?" gumam Arsene pelan.

Jika sang pengirim surat ingin menemuinya di "akhir napas masa", maka ia tidak akan bangun dalam keadaan sehangat ini.

Ia melirik jam, sudah pukul delapan pagi. Rasanya sangat malas untuk beranjak ke galeri, dan ia tahu Estevão pasti sudah berangkat kerja sejak tadi. Arsene keluar dari kamar itu, namun langkahnya terhenti saat ia melewati ruang baca pribadi suaminya. Ruangan dua lantai itu adalah surga literasi, jika di ruang kerja Estevão banyak buku teknis, di sini adalah inti dari pemikiran suaminya.

Arsene menganggap Estevão sebagai Aristoteles di keluarga Salvador.

Ia sendiri tidak begitu mengenal silsilah keluarga suaminya, yang ia tahu hanyalah Estevão memiliki dua kakak dan tiga keponakan. Orang tua Estevão bahkan mengasingkan diri di Dalvoria karena tidak mau diganggu oleh anak-anak mereka. Terkadang, Arsene merasa iri. Ia berharap bisa menua dengan cinta yang sekuat itu, bukan seperti kedua orang tuanya yang entah di mana rimbanya sekarang.

Jemarinya menyusuri deretan buku, sampai matanya terpaku pada satu buku bersampul keras warna merah darah dengan judul bahasa Prancis yang tak ia mengerti.

"Buku apa ini? Gue kadang mikir, seandainya gue ngerti bahasa yang dia bicarakan, mungkin dia lebih nyaman sama gue" bisiknya getir.

Saat ia membuka halaman tengah buku itu, sebuah amplop tua yang tidak dilem jatuh ke lantai. Arsene memungutnya dan menemukan sebuah buku tabungan di dalamnya. Namanya bukan Estevão, melainkan Samuel, asisten pribadi suaminya. Namun, saat ia membolak-balik halamannya, jantungnya seakan berhenti detak. Semua transaksi di sana adalah aliran dana berjumlah fantastis yang ditujukan untuk... Teza.

Kenapa Estevão menyimpan bukti sefatal ini di sini?